JAKARTA, mading.com - Warga negara China bernama Wei Shang ditangkap petugas Imigrasi Makassar saat hendak melarikan diri melalui Bandara Internasional Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Senin (14/9/2026). Penindakan itu berkaitan dengan dugaan aktivitas spearfishing ilegal dengan memburu dan memakan penyu di kawasan konservasi perairan Piaynemo, Raja Ampat. Wei kini dibawa kembali ke Sorong untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam terkait perburuan dan penyantapan satwa yang dilindungi tersebut.

Kasus ini mencuat dari rekaman yang beredar di media sosial berbahasa Mandarin. Dalam video itu, seorang penyelam yang dilengkapi peralatan selam terlihat membawa speargun dan mengarahkannya kepada seekor penyu di sekitar terumbu karang, dengan dugaan kejadian berlangsung di Piaynemo pada 9–11 September 2026. Perhatian publik makin besar dan marah setelah muncul dokumentasi lain yang diduga memperlihatkan penyu tersebut telah mati dan diolah menjadi makanan.

Informasi mengenai aktivitas dan konten video kemudian ditelusuri oleh petugas konservasi Raja Ampat. Dari penelusuran itu, sosok yang diduga berada dalam rekaman diidentifikasi sebagai warga negara China yang berprofesi sebagai instruktur selam. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat lalu meminta bantuan untuk mencegah Wei meninggalkan Indonesia demi memastikan proses pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran tersebut dapat dilakukan.

Pergerakan Wei mulai terpantau ketika berada di wilayah Sulawesi Selatan dan hendak melakukan perjalanan melalui Bandara Internasional Hasanuddin. Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan Wei telah masuk dalam daftar of interest sehingga petugas dapat melakukan pengamanan ketika sistem mendeteksi rencana keberangkatannya. “Sejak awal pergerakan Wei telah terpantau melalui sistem informasi pelayanan penumpang atau SIPP,” kata Hendarsam.

WS kemudian dibawa kembali ke Kantor Imigrasi Sorong pada Rabu (16/9/2026) untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Petugas Imigrasi akan menggali keterangan dan mengumpulkan dokumen pendukung dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat.

Siapa Wei Shang?
Wei Shang disebut merupakan instruktur dan pelatih selam bersertifikasi AIDA International dan SSI React Right yang tinggal di Sydney, Australia. Berdasarkan informasi di media sosialnya, ia memiliki pengalaman lebih dari satu dekade sebagai pelatih selam dan pernah mengajar teknik menyelam di sejumlah lokasi, termasuk Indonesia dan Malaysia. Adapun satwa yang diduga menjadi sasaran dalam kasus ini adalah penyu sisik (Eretmochelys imbricata), yang menurut bahan yang diberikan berstatus critically endangered atau sangat terancam punah berdasarkan IUCN.

Belum ada kepastian mengenai sanksi yang akan dikenakan kepada Wei karena proses pemeriksaan dan pembuktian masih berlangsung. Keterkaitan Wei dengan seluruh foto dan video yang beredar juga masih harus dibuktikan melalui penyelidikan resmi. Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan perburuan tersebut terjadi di kawasan Raja Ampat yang dikenal sebagai wilayah konservasi laut.