HUMANIORA
Keracunan Makan Bergizi Gratis, Ratusan Siswa 3 SD di Lombok Tengah Dilarikan ke Puskesmas
Ringkasan Berita
Ratusan siswa dari tiga sekolah dasar (SD) di Kecamatan Batu Kliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dilarikan ke sejumlah puskesmas pada Jumat (11/09/2026).
JAKARTA, mading.com - Ratusan siswa dari tiga sekolah dasar (SD) di Kecamatan Batu Kliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dilarikan ke sejumlah puskesmas pada Jumat (11/09/2026). Para siswa mengalami keluhan kesehatan massal usai menyantap paket menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban terdampak berasal dari SDN Mertak, SDN Beber, dan SDN Repok Puyung.
Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Polisi Hariyanto, membenarkan insiden gangguan kesehatan yang menimpa para siswa sekolah dasar tersebut. Kejadian berawal beberapa saat setelah para siswa mengonsumsi paket makanan olahan yang didistribusikan ke sekolah-sekolah. Tak lama seusai makan siang, sejumlah anak mulai mengeluhkan pusing, mual, sakit perut, muntah, kondisi tubuh lemas, hingga sesak napas.
Berdasarkan data penanganan di lapangan, paket makanan tersebut diproduksi dan disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Tengah Mekar Bersatu di bawah naungan Yayasan Budi Sain Mangkling. Dalam satu wadah atau ompreng MBG yang diterima siswa, terdapat olahan kulit kebab, daging ayam filet, stik tempe, isian sayur timun dan selada, serta buah salak. Komponen olahan kebab ayam tersebut diduga kuat menjadi pemicu utama timbulnya gejala keracunan.
Guna mendapatkan pertolongan medis cepat, para korban dievakuasi secara tersebar ke empat fasilitas kesehatan terdekat. Tempat perawatan meliputi Puskesmas Pringgarata, Puskesmas Aik Darek, Puskesmas Mantang, serta Puskesmas Bagu. Sebagian besar siswa yang telah menerima perawatan darurat dan kondisinya membaik kini diizinkan pulang ke rumah masing-masing dengan imbauan tetap memantau perkembangan kesehatan.
Menindaklanjuti insiden tersebut, Satuan Reserse Kriminal Polresta Lombok Tengah bersama Tim Inafis bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh di area dapur produksi SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu untuk menelusuri standar higienitas pengolahan makanan. Polisi juga menyita sisa paket makanan dan sampel bahan baku guna pengujian laboratorium secara intensif.
Kepolisian memastikan penyidikan kasus dugaan keracunan massal ini akan dilakukan secara profesional transparan demi keselamatan publik. Langkah evaluasi dan koordinasi bersama instansi dinas kesehatan setempat terus dilakukan guna mencegah berulangnya kasus serupa. Polisi juga meminta Pihak SPPG bertanggung jawab penuh atas pemenuhan operasional dan keamanan pangan bagi para siswa penerima manfaat program.
Kapolresta Lombok Tengah, Kombes Polisi Hariyanto, membenarkan insiden gangguan kesehatan yang menimpa para siswa sekolah dasar tersebut. Kejadian berawal beberapa saat setelah para siswa mengonsumsi paket makanan olahan yang didistribusikan ke sekolah-sekolah. Tak lama seusai makan siang, sejumlah anak mulai mengeluhkan pusing, mual, sakit perut, muntah, kondisi tubuh lemas, hingga sesak napas.
Berdasarkan data penanganan di lapangan, paket makanan tersebut diproduksi dan disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Tengah Mekar Bersatu di bawah naungan Yayasan Budi Sain Mangkling. Dalam satu wadah atau ompreng MBG yang diterima siswa, terdapat olahan kulit kebab, daging ayam filet, stik tempe, isian sayur timun dan selada, serta buah salak. Komponen olahan kebab ayam tersebut diduga kuat menjadi pemicu utama timbulnya gejala keracunan.
Guna mendapatkan pertolongan medis cepat, para korban dievakuasi secara tersebar ke empat fasilitas kesehatan terdekat. Tempat perawatan meliputi Puskesmas Pringgarata, Puskesmas Aik Darek, Puskesmas Mantang, serta Puskesmas Bagu. Sebagian besar siswa yang telah menerima perawatan darurat dan kondisinya membaik kini diizinkan pulang ke rumah masing-masing dengan imbauan tetap memantau perkembangan kesehatan.
Menindaklanjuti insiden tersebut, Satuan Reserse Kriminal Polresta Lombok Tengah bersama Tim Inafis bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh di area dapur produksi SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu untuk menelusuri standar higienitas pengolahan makanan. Polisi juga menyita sisa paket makanan dan sampel bahan baku guna pengujian laboratorium secara intensif.
Kepolisian memastikan penyidikan kasus dugaan keracunan massal ini akan dilakukan secara profesional transparan demi keselamatan publik. Langkah evaluasi dan koordinasi bersama instansi dinas kesehatan setempat terus dilakukan guna mencegah berulangnya kasus serupa. Polisi juga meminta Pihak SPPG bertanggung jawab penuh atas pemenuhan operasional dan keamanan pangan bagi para siswa penerima manfaat program.